Karangsari
Selamat Datang Di forum
BOCAH KARANGSARI


mari kita berkumpul, bercerita, memecahkan masalah, memunculkan ide baru dan bersuka cita...
bersama pasti akan terasa lebih dekat.....
Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Latest topics
» Pemakaman Masjid Agung yang dijadikan sebagai tempat pemakaman para Bupati
Sun May 15, 2011 6:43 am by Admin

» Jalan - jalan nang alun - alun...
Sun May 15, 2011 6:33 am by Admin

» Kawasan Agropolitan, Kekayaan Pemalang.
Sun May 15, 2011 6:30 am by Admin

» PEMALANG dalam CATATAN
Sun May 15, 2011 6:28 am by Admin

» PEMALANG dalam CATATAN
Sun May 15, 2011 6:16 am by Admin

» Kawasan Agropolitan, Kekayaan Pemalang.
Sun May 15, 2011 6:08 am by Admin

» Your first subject
Fri May 13, 2011 5:37 pm by Admin

Navigation
 Portal
 Indeks
 Anggota
 Profil
 FAQ
 Pencarian
Affiliates
free forum


Kawasan Agropolitan, Kekayaan Pemalang.

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Kawasan Agropolitan, Kekayaan Pemalang.

Post  Admin on Sun May 15, 2011 6:08 am

Wilayah yang selama ini sering kekurangan air, ternyata bisa menjadi sumber kekayaan bagi Kabupaten Pemalang. Bahkan tanaman sayuran dan peternakan berkembang dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Wilayah tersebut terkenal dengan Kawasan Agropolitan Waliksarimadu, yang merupakan akronim nama-nama kecamatan di Kabupaten Pemalang bagian selatan, yakni Watukumpul, Belik, Pulosari, Moga, dan Randudongkal.

Selama ini, kawasan yang berada di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan air laut tersebut, sering kekurangan air, terutama pada musim kemarau. Namun, belakangan kawasan ini mampu menjadi sentra penghasil aneka tanaman sayuran dan hasil peternakan di Pemalang.

Kawasan Agropolitan Waliksarimadu terbentuk tahun 2002. Namun jauh sebelum itu, masyarakat sudah mengembangkan budidaya tanaman sayuran, seperti kubis dan cabai.

Saeni (47), warga Desa Gombong, Kecamatan Belik, mengakui sudah mengolah tanah lebih dari 10 tahun lalu. Bersama suaminya, Kartono, ia memanfaatkan tanah sawah dengan menanam berbagai tanaman sayuran secara bergantian, seperti cabai, tomat, dan kubis. Dari lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi, kehidupan keluarganya terus berjalan hingga saat ini.

Seiring pengembangan kawasan tersebut sebagai kawasan agropolitan, produksi tanaman sayuran meningkat. Data dari Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Pemalang, pada 2009, luas areal cabai di kawasan Waliksarimadu mencapai 351 hektar (ha), dengan produksi sekitar 6.504 ton per tahun. Tingkat produktivitas tanaman cabai di daerah itu sekitar 17,1 ton.

Luas areal tomat sekitar 192 ha, dengan produksi 3.072 ton per tahun. Tingkat produktivitas tanaman tomat sekitar 16 ton per ha. Jumlah populasi sapi juga mencapai 1.724 ekor.

Cabai besar

Menurut Sekretaris Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Pemalang, Ruhadi, komoditas yang diunggulkan dari kawasan Waliksarimadu yaitu cabai besar (yang terkenal dengan varietas cabai selaras) dan sapi potong. Cabai itu memiliki tampilan warna lebih merah, mengilap, dan besar.

Selain lima kecamatan tersebut, Kecamatan Warungpring (pecahan dari Kecamatan Moga dan Randudongkal) juga masuk dalam kawasan agropolitan.

Sebelum ditetapkan sebagai kawasan agropolitan, luas areal cabai hanya 27 ha, tomat 39 ha, dan 576 ekor sapi. Produktivitas cabai hanya 12,5 ton per ha dan tomat 12 ton per ha.

”Areal tanaman sayuran makin luas, karena masyarakat semakin merasakan manfaat ekonomi dari keberadaan tanaman tersebut,” katanya.

Saat ini, sekitar 70 persen penduduk di kawasan Waliksarimadu menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Mayoritas menanam tanaman sayuran.

Selain cabai, tanaman lain juga berkembang di wilayah itu, yaitu kentang, kubis, buncis, nilam, kopi, dan nanas. Bahkan, nanas menjadi salah satu komoditas unggulan. Luas lahan nanas mencapai 493 ha, dengan jumlah tanaman 9,86 juta rumpun.

Bukti melimpahnya produksi nanas, terlihat dari maraknya deretan kios-kios yang menjajakan nanas di sepanjang jalan Kecamatan Belik.

Untuk mengembangkan kawasan agropolitan, Pemkab Pemalang membangun sub terminal agribisnis (STA) di Desa Gombong, Kecamatan Belik, halte di Kecamatan Pulosari, sub terminal agribisnis kopi di Karangsari, Pulosari, rumah produksi pupuk organik, dan juga jalan poros desa.

Bahkan untuk menjadikan kawasan itu sebagai kawasan wisata, pemerintah membangun green house yang terdapat beberapa komoditas eksklusif antara lain paprika dan stroberi.

Sekretaris Camat Belik, Suhirman, mengakui keberadaan kawasan agropolitan sangat mendukung ekonomi masyarakat di wilayahnya. sunny

Admin
Admin

Jumlah posting: 7
Points: 18
Reputation: 0
Join date: 13.05.11
Lokasi: Karangsari

http://karangsari.new-forum.net

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik